Ilustrasi Internet, Bungkam
Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka terus gencar menjalankan visi dan misi yang mulia. Salah satunya melakukan pembangunan infrastuktur Jalan yang merata lewat Kementrian PU RI demi mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di setiap wilayah yang ada di Indonesia.
Pemerintah terus melakukan perbaikan juga pembangunan baik Jalan dan Jembatan, demi perubahan dengan melakukan terobosan menuju Indonesia Emas.
Akan tetapi, pada faktanya pekerjaan Jalan yang seharusnya dikerjakan sesuai aturan dengan perencanaan juga spesifikasi, namun ada saja oknum yang berani memanfaatkan pekerjaan tersebut dengan hanya mencari ke untungan pribadi.
Untuk itu, peran penting masyarakat, Lembaga, Jurnalis dan Aktivis Mahasiswa untuk mengawal program serta visi misi pemerintah agar semuanya berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Seperti halnya adanya dugaan kejanggalan pada Proyek Pekerjaan Jalan Simpang-Ciboleger yang mana, menurut Investigasi Aktivis Mahasiswa GAMMA proyek yang dikerjakan oleh CV. Masayu Citra Wisesa, dengan nilai kontrak mencapai Rp9,6 miliar itu diduga ditemukan ketidaksesuaian dalam realisasi atau terindikasi kuat pelaksanaanya tidak sesuai dengan teknis.
Sehingga membuat Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, secara resmi mengajukan permohonan audiensi kepada Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), di Pattimura, Jakarta Selatan pada, Rabu (17/12/2025)
Langkah GAMMA itu diambil sebagai respons atas dugaan kepedulian GAMMA dan melakukan kritik tajam terhadap pekerjaan tersebut yang dinilainya, bahwa
dalam realisasi paket pekerjaan Peningkatan Jalan Simpang – Ciboleger yang dikerjakan oleh CV. Masayu Citra Wisesa banyak kejanggalan.
GAMMA menilai Proyek yang merupakan Instruksi Presiden Jalan Daerah, program pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan konektivitas jalan daerah yang rusak demi mendukung ekonomi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak Kementerian.
Mengingat, pihak GAMMA menemukan dugaan kejanggalan sejak tahap awal pelaksanaan proyek. Seperti dugaan mulai dari pemilihan penyedia jasa hingga pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang dinilai tidak mencerminkan standar kualitas konstruksi jalan.
Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian lapangan, GAMMA menduga bahwa realisasi pekerjaan tidak dilaksanakan secara maksimal dan terkesan dikerjakan asal jadi. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada mutu infrastruktur serta daya tahan jalan yang cepat rapuh dan rusak.
“Oleh karena itu, kami memandang perlu untuk menyampaikan langsung temuan dan aspirasi ini kepada Ditjen Bina Marga agar dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek-proyek di Banten khusunya di Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Banten” terang Hasyim, ketua umum GAMMA, pada awak media.
Menurut Informasi yang Kredibel, bahkan GAMMA dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo secara besar di Kementrian PU menindaklanjuti dugaan kejanggalan dan ketidak sesuaian pada pekerjaan proyek tersebut.
Sementara itu, ketika media Republik45. com berupaya konfirmasi kepada pihak BPJN PPK 2.3 Pekerjaan Simpang – Ciboleger, Zakaria tidak sedikitpun merespon atau menanggapi apa yang menjadi temuan aktivis GAMMA.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media akan terus berupaya konfirmasi kepada piahk-pihak terkait, bahkan jika masih saja tidak direspon, tim media Republik45. com bersam puluhan Media Patner Indonesia akan mendatangi kementrian PU RI untuk melakukan wawancara secara LIVE demi memastikan pekerjaan tersebut sesuai yang diharapkan dan sesuai dengan spesifikasi aturan yang sudah ditetapkan. Bahkan, pihak media bila perlu akan mendatangi Stap kepresidenan agar diketahui oleh Pemerintah Pusat khususnya Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Rakabuming Raka. (Al



































